Sabtu, 31 Juli 2010

Persik Kubur Ambisi Persipura




Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura gagal mengantarkan timnya meraih posisi ketiga Piala Indonesia 2010. Dalam laga di Stadion Manahan, Solo kemarin (31/1) Persipura harus takluk di kaki Persik Kediri, 1-0. Adalah Dodit Fitrio Utomo, striker pilihan kedua Persik yang menciptakan malapetaka bagi tim asal Papua ini. Golnya pada menit ke-5 memanfaatkan bola rebound, membuyarkan harapan Persipura. Dodit sendiri jarang sekali diturunkan sebagai starter. Dia tampil lantaran Persik kehilangan banyak pemain pilar.
Trauma kekalahan di semifinal dari Sriwijaya FC menjadi salah satu penyebab rapuhnya permainan Persipura. “Di babak pertama sangat kelihatan sekali kalau pemain saya masih terbebani dengan kekalahan di semifinal. Mereka terlihat kebingungan saat memulai permainan. Padahal sudah ada beberapa pemain senior yang kami turunkan. Namun pemain masih saja kebingungan. Komunikasi antarpemain tak jalan. Akibatnya mereka mudah sekali membuat kesalahan,” ujar Jacksen usai laga.
Gol Persik saat laga masih prematur diklaim Jacksen karena kesalahan yang dilakukan pemain belakang. “Di masa istirahat kami sudah berusaha membangkitkan kembali motivasi pemain. Dan permainan kami pun lebih sedikit terangkat. Tapi pemain Persik telanjur percaya diri. Mereka bermain bagus dan memaksa pemain kami memainkan bola-bola panjang yang bukan menjadi ciri khas permainan Persipura. Ini masih ditambah lagi dengan banyaknya pemain kami yang tak bisa tampil,” tegas Jacksen.
Jacksen menyebut ada tujuh pilarnya yang tak bisa tampil. Mulai dari Erol F.X. Iba, Tinus Pae, Jack Komboy, Ian Luis Kabes dan Beto Goncalves. Praktis dia tak punya banyak pilihan. “Kami hanya mengoptimalkan Boas (Salossa) saja di depan,” ujar dia.
Sementara itu, kubu Persik menyambut suka cita kemenangan tersebut. Maklum saja meraih kemenangan itu dengan sangat susah payah. Nyaris sepanjang pertandingan, Macam Putih ditekan oleh pemain–pemain Persipura. Bahkan Persik sempat bermain hanya separo lapangan di babak kedua. Semua pemain ditarik ke belakang untuk menahan gempuran Persipura.
Namun Agus Yuwono, arsitek Persik tak mau dianggap dia sengaja bertahan total. “Itu adalah bagian strategi kami. Saya tahu diri, Persipura adalah tim kuat. Mereka bagus di semua lini. Sementara kami tampil dengan banyak pemain cedera. Saktiawan (Sinaga) yang belum pulih tetap dipaksakan tampil. Juga Yongki Ariwibowo yang mempunyai masalah di pencernaan tetap kami mainkan. Tak heran dia muntah-muntah di lapangan,” ujar dia.
Dalam laga kemarin, Agus sengaja memasang perangkap dengan membiarkan pemain-pemain Persipura masuk ke daerah pertahanannya. Setelah itu, Persik mencoba keluar dengan memainkan counter attack yang cepat melalui Dodit dan Yongki. “Meskipun kami bertahan, tapi tetap memiliki banyak peluang untuk mencetak gol,” tandas Agus.
Agus berharap kemenangan ini mampu mendongkrak motivasi pemainnya untuk menghadapi Persebaya Surabaya di babak playoff Superliga, 5 Agustus mendatang. Sebab, perjuangan pasukannya untuk lolos dari jerat degradasi sangat berat. Persik harus memenangkan laga dengan selisih enam gol atas Persebaya.

Tidak ada komentar: