Rabu, 04 Agustus 2010

Njanka ke SFC, Roberts Boyong Liestiadi-Herman

Aset paling berharga skuad Arema sat persatu terbang. Sebelumnya, duo Singapura, Mohammad Noh Alam Shah dan M. Ridhuan, sudah bergabung dengan Sriwijaya FC. Kali ini giliran Pierre Njanka yang akan menyusul mereka.
Kabarnya, pemain asal Kamerun itu sepakat pindah ke Sriwijaya FC dengan banderol Rp 900 juta. ”Njanka sudah pasti bergabung dengan kami,” tegas Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin kepada Radar Malang (Jawa Pos Group) kemarin (4/8).
Fakta itu bertolak belakang dengan pernyataan Manajer Arema Mujiono Mudjito Rabu lalu (3/8). Dia menyatakan, Pierre Njanka siap bergabung dengan Arema. Bahkan, Mujiono berjanji dalam dua hari ini Njanka akan teken kontrak dengan Arema.
Hendri mengatakan, pihaknya mengincar Njanka karena performanya musim lalu luar biasa. Mantan pemain timnas Kamerun tersebut bermain stabil. Njanka juga mampu menjadi pemimpin bagi pemain muda sehingga membawa Arema menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL). Dalam 34 kali pertandingan, tim berlogo kepala singa itu hanya kebobolan 22 gol.
Selain Njanka, Sriwijaya membidik gelandang Arema Muhammad Fakhrudin. Hanya, Fakhrudin belum memutuskan bergabung dengan tim juara copa tiga kali tersebut.
Agen Njanka, Onana Jules Denis, mengakui bahwa Njanka sangat berpeluang bergabung dengan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu. Sebab, sudah ada kecocokan harga. ”Prinsipnya, 90 persen Njanka akan bergabung dengan Sriwijaya FC,” kata Onana kemarin.
Bagaimana dengan Arema? Onana mengatakan, manajemen Arema memang telah membicarakan perpanjangan kontrak. Tapi, tawaran dari Sriwijaya lebih jelas daripada Arema.
Sementara itu, pelatih Arema Robert Alberts mengajak asistennya, Liestiadi, bergabung dengan PSM Makassar musim depan. Bahkan, Liestiadi menjadi salah satu opsi persyaratan sebelum Robert meneken kontrak dengan tim berjuluk Juku Eja itu.
Keseriusan Robert untuk meninggalkan Arema ditunjukkan dengan hadir pada pertemuan pengurus dan pemain PSM di Hotel Clarion, Makassar, kemarin. Dalam pertemuan itu, Robert ingin melihat seberapa jauh kondisi dan suasana di PSM. Sebab, sebelum menangani PSM, Robert ingin tahu lebih detail tentang kondisi tim dan pengurus PSM. Ini dilakukan untuk mempermudah kinerjanya dalam menangani tim PSM musim depan.
Dalam kesempatan itu, manajemen PSM sudah memberikan draf perjanjian kontrak. Hanya, pelatih asal Belanda tersebut belum memberikan keputusan karena masih mempelajari draf kontrak itu.
Kepada pengurus PSM, Robert mengatakan akan mempelajari draf kontrak dan berkonsultasi dulu dengan keluarganya di Malaysia. Sebab, dia berencana memboyong anak dan istrinya jika sudah resmi menangani PSM. ”Minggu depan saya akan beri keputusan,” tutur Robert.
Dalam pertemuan itu, manajemen PSM mengabulkan permintaan Robert untuk memboyong Liestiadi dan pelatih kiper Herman Kadiaman. Selain Liestiadi dan Herman, manajemen PSM tetap mempertahankan dua asisten pelatih lainnya, Imran Amirullah dan Lukman Sulaiman. ”Iya, Robert meminta didampingi asistennya di Malang, yakni Lestiadi dan Herman,” terang Manajer PSM Hendra Sirajuddin kemarin.

Tidak ada komentar: