Bomber Arema asal Singapura Mohd. Noh Alam Shah Bin Kamarezaman memang sangat kontroversial. Meski juga produktif, mantan striker Tampines Rovers tersebut juga terkenal sangat tempramental dan tidak sportif.
Terbaru, Along--panggilan Alam Sah-- diusir dari pertandingan final Piala Indonesia 2010 melawan Sriwijaya FC Minggu malam. Dia terkena kartu merah dari wasit Jimy Napitupulu karena melakukan ’’tendangan kungfu’’ kepada Preciouse Emuejeraye. Hal ini membuat pertandingan terhenti.
Sepanjang musim ini di Indonesia Super League (ISL), Along sudah dua kali mengantongi kartu merah. Untuk ukuran striker. Along bisa dikatakan pemain paling kotor. Meski demikian, Along sejatinya pemain haus gol. Pada musim pertamanya di Indonesia, Along bisa mencetak 14 gol.
Stigma tempramental dan emosional sejatinya sudah melekat sejak Along bermain di Singapura. Ketika pindah Indonesia, Along rupanya memang belum betul-betul tobat.
Pernah pada 2007, Along mendapatkan skorsing selama setahun dari Federasi Sepakbola Singapura (FAS). Hukuman tersebut terjadi karena pemain 29 tahun tersebut pernah menghantam kepala koleganya di tim nasional Singapura Daniel Bennet dengan lutut. Kejadian tersebut terjadi di Final Piala Singapura saat Tampines Rovers, kesebelasan yang dibela Along, melawan SAFFC.
Dalam masa hukuman yang akhirnya dipotong menjadi 7 bulan tersebut, Along akhirnya dipinjamkan Tampines Rovers ke tim Malaysia PDRM FA. Namun otoritas Malaysia akhirnya tidak bisa menerima Along.
Malaysia menganggap Along harus memghormati keputusan FAS. Meski telah berkali-kali menghadapi kejadian buruk, pemain keturunan Indonesia, tepatnya keluarga dari pulau Bawean Gresik tersebut ternyata belum sembuh juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar