Senin, 02 Agustus 2010

Jimmy: Jangan Intervensi Wasit

Reputasi Jimmy Napitupulu sebagai wasit yang bersih dan kridibel di Indonesia diuji keteguhan dan ketegasannya Kapolda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmojo. Saat memimpin pertandingan final Piala Indonesia antara Sriwijaya FC melawan Arema Indonesia Minggu malam (1/8) dia dianggap Alex berat sebelah. Namun Jimmy tak segan membela diri dengan menyudutkan Alex.
Wasit kelahiran Pekanbaru itu bahkan mengaku mengalami kejadian yang menurutnya aneh selama memimpin di Jateng. ’’Saat Persijap (Jepara) melawan Persiba (Balikpapan) lalu, Kapolda memberi saya Rp 5 juta. Dia bilang saya pimpin pertandingan dengan baik,’’ kata Jimmy.
Meski Alex pernah memberinya uang, Jimmy mengatakan bahwa dirinya tetap tak bisa dihentikan ketika memimpin suatu pertandingan. ’’Menghentikan saya karena saya dinilai kurang cermat adalah hal yang salah. Intervensi ini tidak sehat,’’ ujarnya.
Dia menambahkan bahwa sepak bola yang dipimpinnya mengatur masalah khusus. Hal tersebut tidak bisa diatur hukum umum. ’’Contohnya hukum wasit dicampuri hukum pidana,’’ katanya.
Terkait sejumlah kesalahannya dalam memimpin pertandingan, Jimmy juga menyatakan bahwa hal tersebut wajar dilakukan oleh seorang wasit. ’’Wasit juga manusia, kalau ada kejadian yang tidak saya lihat itu bukan serta merta kesalahan saya,’’ terang Jimmy.
Karena itu, seandainya dia dihentikan kepolisian, dia mengaku akan memperjuangkan kapasitasnya. Salah satunya dengan melapor ke FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) dan AFC (Federasi Sepak Bola Asia). Dalam kacamata Jimmy, bukan hanya kepolisian sebagai pihak eksternal sepak bola yang tidak berhak atas kewenangannya dalam suatu laga.
Dia menyebut petugas pertandingan (PP), PT Liga Indonesia, atau bahkan PSSI sekalipun tidak bisa menghentikannya. ’’Karena saya tidak sakit, dan saya masih bisa melanjutkan kewajiban sebagai wasit. Yang berhak menyatakan saya berhenti adalah saya sendiri,’’ katanya.
Di sisi lain, Ketua PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla menyebut bahwa Alex tidak melakukan intervensi pada pertandingan. Dia juga tak ingin kepolisian menjadi pihak yang dipersalahkan atas hasil pertandingan tadi malam. ’’Kapolda hanya beri masukan, kalau soal kepemimpinan Jimmy. Itu ada komisi wasit dan exco (komite eksekutif) yang menangani. Jadi jangan menyalahkan polisi. Itu semua demi keamanan di Jateng,’’ tegasnya.
Sejauh ini tak ada ungkapan resmi Alex berkaitan dengan dasar ungkapannya menyebut Jimmy kurang cermat. Hanya, di pertandingan itu, terdapat sejumlah kejadian menojol. Salah satunya, kartu merah langsung pada Noh Alam Shah karena mengangkat kaki terlalu tinggi pada Precious Emajeraye.

Tidak ada komentar: