Senin, 02 Agustus 2010

Sriwijaya Hat-Trick Juara Piala Indonesia

Sriwijaya FC Palembang membuat hat-trick juara Piala Indonesia. Juara terakhir mereka persembahkan ketika mereka melumat Arema 2-1 dalam pertandingan final di Stadion Manahan Solo, Minggu malam.
Laga yang berlangsung panas ini sempat terhenti satu setengah jam setelah Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmojo meminta laga dihentikan sebelum ada pergantian wasit. Alex meminta wasit Jimmy Napitupulu (Jakarta) yang memimpin jalannya laga diganti.
’’Tadi Kapolda meminta pergantian wasit. Kami sendiri menunggu keputusan PT Liga Indonesia terkait ini,” ujar Paulus Haryoto, ketua panpel lokal Solo di sela-sela penghentian pertandingan.
Kapolda menilai kepemimpinan wasit tidak adil. Bukan saat ini saja Kapolda Jateng ini menghentikan pertandingan. Ini adalah kali yang ketiga. Pertama, kala laga Persis kontra Gresik United yang berujung pada penangkapan Nova Zaenal dan Bernard Mamadou. Yang kedua, kala laga antara PSIS Semarang kontra Mitra Kukar di Stadion Jatidiri beberapa waktu lalu. Saat itu, wasit bahkan sempat diamankan polisi karena dinilai tidak adil memimpin pertandingan.
Kapolda menyatakan langkah ini untuk memastikan keamanan selama pertandingan berlangsung.’’Sebab, kamilah yang bertanggung jawab terhadap keamanan di wilayah ini,” terang dia.
Sementara itu, laga akhirnya dilanjutkan setelah ada pembicaraan alot antara panpel, kedua tim, Kapolda dan wasit Jimmy Napitupulu. Jimmy bahkan berani menjadikan dirinya sebagai jaminan jika dalam pertandingan nanti ada kekacauan. ’’Kalau nanti ada masalah di tengah pertandingan, saya siap ditangkap,” kata Jimmy di depan Kapolda Jateng.
Alex pun akhirnya bersedia memberikan ijin keamanan itu, dengan catatan, wasit Jimmy Napitupulu, bisa berbuat fair saat memimpin laga tersebut.
’’Kedua klub bersedia melanjutkan pertandingan. Tapi, dengan catatan wasit harus bersikap lebih adil. Dan setelah kami melakukan perundingan, dia (Wasit, Red) bersedia untuk memperbaiki keputusan-keputusannya yang telah dilakukan pada babak pertama tadi,’’ jelas Alex.
Sebelumnya, Alex melakukan pertemuan singkat dengan manajer serta pelatih dari Arema Indonesia dan Sriwijaya FC. Hasil dari rundingan tersebut, kedua klub bersepakat untuk melanjutkan pertandingan dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas.
Meski begitu, tertundanya laga puncak setelah 45 babak pertama kemarin menimbulkan kesan buruk di benak Robert Rene Alberts. Pelatih Arema itu sangat menyesalkan kejadian penundaan tersebut. Indonesia, kata Robert, memiliki atmosfer sepak bola yang sangat bagus. Fans juga sangat luar biasa.
’’Ini sangat saya sesalkan. Apalagi ini terjadi di final. Soal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. Saya suka Indonesia, negara yang bagus, good people, tapi sepak bolanya harus belajar untuk lebih profesional,’’ imbuh pelatih asal Belanda itu.
Di bagian lain, Pelatih Sriwijaya FCRahmad Darmawan juga tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap sikap Alex Bambang.’’Apapun itu, segala bentuk aturan dalam pertandingan ini harus ditegakkan. Dan, siapapun tidak berhak untuk mengintervensi jalannya pertandingan. Karena semua aturan dalam pertandingan ini mutlak milik wasit,’’ujar pria yang karib disapa RD itu.
Menurut dia, penundaan pertandingan tersebut tidak perlu terjadi. Karena memang berjalan sesuai dengan aturan sepak bola yang berlaku.’’Sesuatu yang sangat aneh. Wasit sebenarnya sudah berusaha menegakan aturan dengan baik. Tetapi juga mendapat perlawanan. Semua orang juga mengatakan hal yang sama atas peristiwa tadi (kartu merah Noh Alam Shah pada menit ke-19, Red). Itu memang layak,’’sambung Rahmad.
Bahkan, dengan persitiwa penundaan jadwal pertandingan itu, sempat beredar wacana juara bersama Piala Indonesia 2010 yang akan disandang oleh kedua tim. Namun, hal itu tidak digubris dengan serius oleh Rahmad. Dan memang ternyata, pertandingan memang berlanjut. Sriwijaya FC akhirnya menjadi Piala Indonesia dengan skor tipis 2-1.
’’Saya sempat teringat di PON 2004, ada juara bersama. Tetapi memang lebih baik tim bermain seperti semestinya,’’ tegasnya.
Dalam laga tersebut Sriwijaya unggul lebih dulu elalui Gol Keith Kayamba Gums pada menit ke-48. Namun gol berhasil disamakan Arema lewat gol M. Ridhuan pada menit ke-69. Namun Sriwijaya memastikan uara setelah mencetak gol pada menit ke-78 lewat Pavel Solomin.

Juara Piala Indonesia
2005: Arema Malang
2006: Arema Malang
2007: Sriwijaya FC
2008–09: Sriwijaya FC
2010:Sriwijaya FC

Pencetak Gol Terbanyak
2005: Javier Roca (PSM ) - 11 gol
2006: Emaleu Serge (Arema Malang) - 9 gol
2007: Albeto Goncalves da Costa (Persipura Jayapura) - 6 gol
2008-2009: Samsul Arif (Persibo Bojonegoro) dan Pablo Frances (Persijap Jepara) -8 gol
2010: Christian Gonzalez (Persib Bandung)-10 gol

Pemain Terbaik
2005: Firman Utina (Arema Malang)
2006: Aris Budi Prasetyo (Arema Malang)
2007: Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)
2008-2009 - Anoure Obiora (Sriwijaya FC)
2010: Keith Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC)

Tidak ada komentar: